ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG EKONOMI DAN POLITIK

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG EKONOMI DAN POLITIK

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah,ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial. Ilmu Ekonomi Politik adalah bagian dari ilmu sosial yang berbasis pada dua subdisiplin ilmu, yakni politik dan ekonomi. Pembelajaran Ilmu Ekonomi Politik merupakan pembelajaran ilmu yang bersifat interdisiplin,yakni terdiri atas gabungan dua disiplin ilmu dan dapat digunakan untuk menganalisis ilmu sosial lainnya dengan isu-isu yang relevan dengan isu ekonomi politik.
Ilmu ini mengkaji dua jenis ilmu yakni ilmu politik dan ilmu ekonomi yang digabungkan menjadi satu kajian ilmu ekonomi politik. Dalam penggunaannya secara tradisional, istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild, 1989).Fokus dari studi ekonomi politik adalah fenomena-fenomena ekonomi secara umum, yang bergulir serta dikaji menjadi lebih spesifik ; yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.Adanya kelemahan instrumental ini menyebabkan banyak kalangan ilmuwan dari kedua belah pihak – berusaha untuk mempertemukan titik temunya, sehingga para ilmuwan ini berusaha untuk mencoba mengkaji hal ini dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dalam ekonomi politik.Dalam upaya memaksimalkan studi mengenai ekonomi politik, juga tidak boleh terlepas dari sistem ekonomi di negara yang bersangkutan.

1.2  Rumusan Masalah
        1. Apa Pengertian Ilmu sosial dasar
        2. Ruang Lingkup Ilmu sosial dasar
        3. Konsep Ekonomi dan Politik
        4. Definisi Ekonomi dan Politik
       
1.3 Tujuan Penulisan
      Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai  ilmu sosial dasar dalam bidang Ekonomi dan politik .


1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sosialisasi dan adaptasi sosial dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Antropologi  adalah suatu  ilmu  yang  memahami  sifat-sifat  semua  jenis manusia secara lebih banyak. Antropologi  yang dahulu dibutuhkan oleh kaum misionaris  untuk  penyebaran  agama  nasrani  dan  bersamaan  dengan  itu berlangsung  sistem  penjajahan  atas negara-negara di  luar  eropa,  dewasa  ini dibutuhkan  bagi  kepentingan  kemanusiaan  yang  lebih  luas.  Studi  antropologi selain  untuk  kepentingan  pengembangan  ilmu  itu  sendiri,  di negara-negara yang sedang  membangun sangat  diperlukan  bagi  pembuatan-pembuatan kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat.
Sebagai suatu disiplin ilmu yang sangat luas cakupannya, maka tidak adaseorang  ahli  antropologi  yang  mampu  menelaah  dan  menguasai  antropologi secara  sempurna.  Demikianlah  maka  antropologi  dipecah-pecah  menjadi beberapa bagian dan para ahli antropologi masing-masing mengkhususkan diri pada  spesialisasi  sesuai  dengan  minat  dan  kemampuannya  untuk  mendalami studi secara mendalam pada bagian-bagian tertentu dalam antropologi. Dengan demikian,  spesialisasi  studi  antropologi  menjadi  banyak,  sesuai  dengan perkembangan  ahli-ahli  antropologi  dalam  mengarahkan  studinya  untuk  lebihmamahami sifat-sifat dan hajat hidup manusia secara lebih banyak.

1.2  Rumusan Masalah
        1. Apa Pengertian Ilmu sosial dasar
        2. Ruang Lingkup Ilmu sosial dasar
        3. Apa Pengertian Antropologi
        4. Definisi Antropologi
       
1.3 Tujuan Penulisan
      Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai  ilmu sosial dasar dalam bidang Antropologi .


1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sosialisasi dan adaptasi sosial dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG SOSIOLOGI

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG SOSIOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam konteks ini, tolok-ukur suatu masalah layak disebut sebagai masalah sosial atau
tidak, akan sangat ditentukan oleh nilai -nilai dan/atau norma-noma sosial yang berlaku dalam komunitas itu sendiri. Oleh karena itu, pernyataan sesuai atau tidaknya suatu masalah itu dengan nilai-nilai dan/atau norma-norma sosial harus dikemukakan ol eh sebagian besar (mayoritas) dari.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.Kelompok tersebut mencakup keluargasuku bangsanegara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Lalu ada juga ISD (ilmu sosial dasar). ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah sosial yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kepada mahasiswa, yang diharapkan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu sosial dasar tidak ada perbedaan yang prinsipiil.

1.2  Rumusan Masalah
        1. Apa Pengertian Ilmu sosial dasar
        2. Ruang Lingkup Ilmu sosial dasar
        3. Apa Pengertian sosiologi
        4. Apa yang di kaji sosiologi
1.3 Tujuan Penulisan
      Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai  ilmu sosial dasar dalam bidang Sosiologi .


1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sosialisasi dan adaptasi sosial dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG PSIKOLOGI

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG PSIKOLOGI

 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Psikologi sosial adalah suatu studi tentang hubungan antara manusia dan kelompok. Para ahli dalam bidang interdisipliner ini pada umumnya adalah para ahli psikologi atau sosiologi, walaupun semua ahli psikologi sosial menggunakan baik individu maupun kelompok sebagai unit analisis mereka.
Psikologi sosial sempat dianggap tidak memiliki peranan penting, tapi kini hal itu mulai berubah. Dalam psikologi modern, psikologi sosial mendapat posisi yang penting. psikologi sosial telah memberikan pencerahan bagaimana pikiran manusia berfungsi dan memperkaya jiwa dari masyarakat kita. Melalui berbagai penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan secara sistematis, para psikolog sosial telah menunjukkan bahwa untuk dapat memahami perilaku manusia, kita harus mengenali bagaimana peranan situasi, permasalahan, dan budaya.
Walaupun terdapat banyak kesamaan, para ahli riset dalam bidang psikologi dan sosiologi cenderung memiliki perbedaan dalam hal tujuan, pendekatan, metode dan terminologi mereka. Mereka juga lebih menyukai jurnal akademik dan masyarakat profesional yang berbeda. Periode kolaborasi yang paling utama antara para ahli sosiologi dan psikologi berlangsung pada tahun-tahun tak lama setelah Perang Dunia II.[2] Walaupun ada peningkatan dalam hal isolasi dan spesialisasi dalam beberapa tahun terakhir, hingga tingkat tertentu masih terdapat tumpang tindih dan pengaruh di antara kedua disiplin ilmu tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
        Menjelaskan Pengertian ,ruang lingkup dan metode – metode Pisikologi Sosial pada mahasiswa sebagai bahan kuliah.
1.3 Tujuan Penulisan
      Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai  ilmu sosial dasar dalam bidang Psikologi .
1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sosialisasi dan adaptasi sosial dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbedaan Antara Sistem Orientasi Objek dengan Sistem Terstruktur

Perbedaan Antara Sistem Orientasi Objek dengan Sistem Terstruktur

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Pada saat ini kita sudah mempelajari apa yang dimaksud dengan system orientasi objek dan system terstruktur,dimana yang telah di pelajari itu adalah bagaimana cara kita membuat sebuah program. Mungkin pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui tetang perbedaaan antara system orientasi objek dengan system orientasi terstruktur.di sini saya akan membahas tentang perbedaan  antara Sistem orientasi objek dengen Sistem terstruktur.
1.2  Rumusan Masalah

1.    Pengertian Sistem Orientasi Objek
2.    Pengertian Sistem Terstruktur
3.    Perbedaan Sistem Orientasi Objek dan Sistem Terstruktur


1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami lebih jelas tentang perbedaan antara Sistem Orientasi Objek dan Sistem Terstruktur. Setelah  kita dapat memahami perbedaan program tersebut kita dapat lebih mengerti dan dapat lebih memahami tentang pemrograman serta dapat dijadikan landasan dalam merancang sebuah model Sistem sesuai dengan kebutuhan.

1.4  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi pengertian dan perbedaan antara Sistem Orientasi Objek dengan Sistem Orientasi Struktur, dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Terstruktur

Sistem Terstruktur 


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Permasalahan yang terdapat baik pada pendekatan klasik dengan kecenderungan barn tentang tahap-tahap perkembangan sistem informasi, merupakan bukti diperlukannya suatu pendekatan lain. Metode lain itu adalah "pendekatan terstruktur" yang muncul pada permulaan tahun 1970.Pada masa sekarang pendekatan tersebut juga disebut sebagai "pendekatan operasional". Seperti pada pendekatan engineering yang dipakai dalam pemecahan masalah, pendekatan terstruktur memerlukan prosedur dan pendataan yang baku dan jelas atau paling tidak memerlukan metodologi yang akan dipakai dalam mengembangkan sistem informasi. Struktur dapat menentukan perintah (order) serta dapat meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap sistem yang rumit. Oleh karena itu struktur merupakan dri utama pada disain sistem  informasi. "Struktur " dapat dihubungkan dengan cara dan bentuk penyusunan sesuatu. Struktur juga dapat dikatakan sebagai sistem.yang sesungguhnya dibentuk. Penjelasan struktur dipusatkan pada penjelasan tentang hubungan antar berbagai bagian yang dikuasai oleh karakter umum atau fungsi keseluruhan. Penyusunan struktur merupakan suatu proses pengenalan (identifying), analisis, dan alternanrif kategori disain.

1.2 Rumusan Masalah

1.    SistemTerstruktur
2.    tujuan utama suatu metodologi perkembangan Sistem Terstruktur
  1. unsur-unsur pada Sistem Informasi Terstruktur
4.    ERD (Entity Relationship Diagram)
5.    macam-macam komponen ERD (Entity Relationship Diagram)
  1. DFD (Data flow Diagram)
1.3 Tujuan
Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai Sistem Terstruktur dengan ERD (Entity Relationship Diagram) dan DFD (Data flow Diagram), serta dapat dijadikan landasan dalam merancang sebuah model Sistem Terstuktur  pemrograman.
1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah Sistem Oientasi Objek dan Unified Modeling Languange dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Orientasi Objek dan UML (Unified Modeling Languange)

Sistem Orientasi Objek dan UML (Unified Modeling Languange)


BAB I
PENDAHULUAN


I.I  Latar Belakang

Pada pertengahan Tahun 1970 hingga akhir 1980 diperkenalkan pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO mulai dikarenakan, pertama adalah scalability dimana obyek lebih mudah dipakai untuk menggambarkan sistem yang besar dan komplek. Kedua dynamic modeling, adalah dapat dipakai untuk permodelan sistem dinamis dan real time dan memang pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO mulai diuji cobakandan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).

Dalam suatu proses pengembangan software, analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang sangat tua. Pada saat masalah ditelusuri dan spesifikasi dinegoisasikan, dapat dikatakan kita berada pada tahap rancangan. Merancang adalah menemukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah, salah satu tool / model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented adalah UML.
            I.2. Rumusan Masalah

1.    Pengertian dari Sistem Orientasi Objek
  1. Apa itu UML (Unified Modeling Languange)

I.3. Tujuan Penelitian
Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai Sistem Orientasi Objek dan UML (Unified Modeling Languange) serta dapat dijadikan landasan dalam merancang sebuah aplikasi pemrograman.
I.4  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah Sistem Oientasi Objek dan Unified Modeling Languange dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bagaimana Bersikap & Bergaul ( bersosialisasi)

Bagaimana Bersikap & Bergaul ( bersosialisasi)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Istilah sikap yang dalam bahasa Inggris disebut attitude pertama kali digunakan oleh Herbert Spencer (1862), yang menggunakan kata ini untuk menunjuk suatu status mental seseorang. Kemudian pada tahun 1888 Lange menggunakan konsep ini dalam suatu eksperimen laboratorium. Kemudian konsep sikap secara populer digunakan oleh para ahli sosiologi dan psikologi. Bagi para ahli psikologi, perhatian terhadap sikap berakar pada alasan perbedaan individual. Mengapa individu yang berbeda memperlihatkan tingkah laku yang berbeda di dalam situasi yang sebagian besar gejala ini diterangkan oleh adanya perbedaan sikap. Sedang bagi para ahli sosiologi sikap memiliki arti yang lebih besar untuk menerangkan perubahan sosial dan kebudayaan.

               Dalam sosialisasi, baik sosialisasi yang terjadi lewat pengalaman-pengalaman interaksi sosial, maupun yang terjadi lewat pengajaran-pengajaran formal, yang dialami masing-masing warga kelompok itu tidak mungkin secara menyeluruh sama.Seperti kita ketahui, kultur masyarakat modern itu lebih banyak mengandung norma-norma alternatif dan norma-norma khusus dari pada mengandung norma-norma universal, yang oleh karenanya mengakibatkan keragaman pada warga masyarakat. Dalam berhubungan dengan orang lain tidak hanya berbuat begitu saja, tetapi juga menyadari perbuatan yang dilakukan dan menyadari pula situasi yang ada sangkut pautnya dengan perbuatan itu. Kesadaran mi tidak hanya mengenai tingkah laku yang sudah terjadi, tetapi juga tingkah laku yang mungkin akan terjadi. Kesadaran individu yang menentukan perbuatan nyata dan perbuatan-perbuatan yang mungkin akan terjadi inilah yang dinamika SIKAP. Jadi sikap ialah suatu hal yang menentukansifat, hakikat, baik perbuatan sekarang maupun perbuatan yang akan datang.Kemudian disini pemakalah akan membahas tentang “Sikap Sosial dalam Beradaptasi dan Sosialisasi”.





1.2   Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan sikap sosial ?
2.    Bagaimana proses sosialisasi individu ke dalam dunia sosial ?

1.3  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sosialisasi dan adaptasi sosial dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS